Contoh Proposal Penelitian

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar belakang

Di Indonesia terdapat banyak industri yang sedang berkembang. Berkembangnya jumlah industri tentu saja berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia. Tapi di sisi lain industri turut menyebabkan peningkatan pencemaran lingkungan melalui limbah-limbah yang dihasilkan. Limbah-limbah yang biasanya dihasilkan industri adalah limbah organik seperti limbah rumah tangga dan logam berat seperti Pb, Zn, Hg, Cd dan Cr. Salah satu sumber pencemaran yang berbahaya saat ini adalah Pb (timbal). Pb adalah logam yang mendapat perhatian khusus karena sifatnya yang toksik (beracun) terhadap manusia. Keracunan yang ditimbulkan oleh logam Pb dapat terjadi karena masuknya persenyawaan logam tersebut kedalam tubuh yang dapat melalui makanan, minuman, udara dan perembesan atau penetrasi pada selaput atau lapisan kulit.

Unsur Pb digunakan dalam bidang industri modern sebagai bahan pembuatan pipa air yang tahan korosi, bahan pembuat cat, baterai, dan campuran bahan bakar bensin tetraetil. Selain sebagai limbah industri, Pb juga dapat berasal dari sisa hasil pembakaran kendaraan bermotor. Emisi tersebut merupakan hasil samping pembakaran yang terjadi dalam mesin-mesin kendaraan, yang berasal dari senyawa tetrametil-Pb yang selalu ditambahkan dalam bahan bakar kendaraan bermotor yang berfungsi sebagai antiknock pada mesin-mesin kendaraan. Musnahnya timbal (Pb) dalam peristiwa pembakaran pada mesin yang menyebabkan jumlah Pb yang dibuang ke udara melalui asap buangan kendaraan menjadi sangat tinggi. (Suharto. 2005. www.pdpersi.co.id. Dampak pencemaran logam timbal (Pb) terhadap kesehatan masyarakat)

Karena Pb bersifat racun dan merupakan unsur yang dominan di udara, tentu saja Pb sangat berbahaya bila mengontaminasi ibu hamil, terutama embrio yang dikandungnya, Oleh karena itu untuk mengetahui bagaimana pengaruh Pb terhadap morfologi suatu embrio maka dilaksanakanlah penelitian ini, namun objek yang diteliti adalah mencit (Mus musculus).

2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka diajukan rumusan masalah sebagai berikut:

1)      Bagaimana pengaruh Pb (timbal) 5% terhadap morfologi embrio mencit (Mus musculus)?

2)      Bagaimana pengaruh Pb (timbal) 10% terhadap morfologi embrio mencit (Mus musculus)?

3)      Bagaimana pengaruh Pb (timbal) 15% terhadap morfologi embrio mencit (Mus musculus)?

4)      Apakah perbedaan morfologi embrio mencit (Mus musculus) yang diberi Pb pada kadar 5% dengan yang tidak diberi Pb?

5)      Apakah perbedaan morfologi embrio mencit (Mus musculus) yang diberi Pb pada kadar 10% dengan yang tidak diberi Pb?

6)      Apakah perbedaan morfologi embrio mencit (Mus musculus) yang diberi Pb pada kadar 15% dengan yang tidak diberi Pb?

3. Asumsi Penelitian

Penelitian ini didasarkan pada asumsi bahwa Pb adalah logam yang  sifatnya toksik (beracun) terhadap manusia. Pb juga merupakan unsur yang dominan di udara terbukti dari banyaknya jumlah kendaraan bermotor yang menggunakkan bensin tetraetil, dan bahan bakar tersebut menghasilkan Pb sebagai sisa pembakarannya. Pb akan berbahaya bila masuk ke dalam tubuh karena Pb akan memberi efek racun terhadap berbagai macam fungsi organ tubuh seperti, sistem saraf, ginjal, sistem reproduksi, sistem endokrin dan jantung. (www.wikipedia.org; http://www.pdpersi.co.id)

4. Hipotesis Penelitian

1)          Pb (timbal) 5% tidak mengubah morfologi embrio mencit (Mus musculus).

2)          Pb (timbal) 10% akan menyebabkan struktur morfologi embrio mencit (Mus musculus) cacat 50%

3)         Pb (timbal) 15% akan menyebabkan morfologi embrio mencit (Mus musculus) cacat 100%.

4)         Morfologi embrio mencit (Mus musculus) yang diberi Pb pada kadar 5% dengan yang tidak diberi Pb tidak mengalami perbedaan karena Pb tidak mengubah morfologi.

5)         Morfologi embrio mencit (Mus musculus) yang diberi Pb pada kadar 10% dengan yang tidak diberi Pb mengalami perbedaan struktur.

6)         Morfologi embrio mencit (Mus musculus) yang diberi Pb pada kadar 15% dengan yang tidak diberi Pb mengalami perbedaan dimana morfologi embrio yang diberi Pb mengalami kecacatan secara keseluruhan.

5. Tujuan Penelitian

1)      Mengetahui pengaruh Pb terhadap morfologi embrio mencit (Mus musculus) pada berbagai konsentrasi.

2)      Mengetahui perbedaan morfologi embrio mencit (Mus musculus) yang diberi Pb pada berbagai konsentrasi dengan yang tidak diberi Pb.

6. Manfaat Penelitian

1)      Dapat mengetahui pengaruh Pb terhadap morfologi embrio mencit (Mus musculus) pada berbagai konsentrasi.

2)      Dapat mengetahui perbedaan morfologi embrio mencit (Mus musculus) yang diberi Pb pada berbagai konsentrasi dengan yang tidak diberi Pb.

3)      Dapat memberi kesadaran terhadap orang lain bahwa Pb merupakan unsur yang berbahaya bagi kesehatan janin ibu hamil.

4)      Memicu penggalakkan kegiatan go green dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.

5)      Membangun kesadaran industri untuk mengurangi penggunaan Pb dalam produksi.

6)      Membangun kesadaran industri untuk memperbaiki cara pengolahan limbah Pb.

 

BAB II

KAJIAN TEORI

  1. A.    Timbal

Timbal adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Pb dan nomor atom 82. Lambangnya diambil dari bahasa Latin Plumbum.Timbal (Pb) adalah logam berat yang terdapat secara alami di dalam kerak bumi.Keberadaan timbal bisa juga berasal dari hasil aktivitas manusia, yang mana jumlahnya 300 kali lebih banyak dibandingkan Pb alami yang terdapat pada kerak bumi.Pb terkonsentrasi dalam deposit bijih logam.Unsur Pb digunakan dalam bidang industri modern sebagai bahan pembuatan pipa air yang tahan korosi, bahan pembuat cat, baterai, dan campuran bahan bakar bensin tetraetil. Timbal (Pb) adalah logam yang mendapat perhatian khusus karena sifatnya yang toksik (beracun) terhadap manusia.Timbal (Pb) dapat masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi makanan, minuman, udara, air, serta debu yang tercemar Pb.

Keracunan akibat kontaminasi Pb bisa menimbulkan berbagai macam hal diantaranya:

  1. Menghambat aktivitas enzim yang terlibat dalam pembentukan hemoglobin (Hb)
  2. Meningkatnya kadar asam δ-aminolevulinat dehidratase (ALAD) dan kadar protoporphin dalam sel darah merah
  3. Memperpendek umur sel darah merah
  4. Menurunkan jumlah sel darah merah karena Pb meningkatkan kandungan logam Fe dalam plasma darah.

Timbal bersifat kumulatif. Dengan waktu paruh timbal dalam sel darah merah adalah 35 hari, dalam jaringan ginjal dan hati selama 40 hari, sedangkan dalam tulang selama 30 hari. Mekanisme toksisitas Pb berdasarkan organ yang dipengaruhinya adalah

  1. Sistem haemopoietik; dimana Pb menghambat sistem pembentukan hemoglobin (Hb) sehingga menyebabkan anemia.
  2. Sistem saraf; di mana Pb dapat menyebabkan kerusakan otak dengan gejala epilepsi, halusinasi, kerusakan otak besar, dan delirium.
  3. Sistem urinaria; dimana Pb bisa menyebabkan lesi tubulus proksimalis, lengkung henle, serta menyebabkan aminosiduria.
  4. Sistem pencernaan; di mana Pb dapat menyebabkan kolik dan konstipasi.
  5. Sistem kardiovaskular; di mana Pb dapat menyebabkan peningkatan permeabilitas pembuluh darah.
  6. Sistem reproduksi; di mana Pb dapat menyebabkan keguguran, tidak berkembangnya sel otak embrio, kematian janin waktu lahir, serta hipospermia dan teratospermia pada pria.
  7. Sistem endokrin; di mana Pb dapat menyebabkan gangguan fungsi tiroid dan fungsi adrenal
  8. Bersifat karsinogenik dalam dosis tinggi.

Intoksikasi Pb bisa terjadi melalui jalur oral, lewat makanan, minuman, pernafasan, dan kontak lewat kulit. Logam Pb tidak dibutuhkan oleh tubuh manusia sehingga bila makanan atau minuman tercemar Pb dikonsumsi, maka tubuh akan mengeluarkannya. Sebagian kecil Pb diekskresikan melalui urin atau feses karena sebagian terikat oleh protein dan sebagian lainnya lagi terakumulasi dalam ginjal, hati, kuku, jaringan lemak, dan rambut. (sumber: www.wikipedia.org)

Sumber Timbal

Timbal tidak ditemukan bebas dialam akan tetapi biasanya ditemukan sebagai biji mineral bersama dengan logam lain misalnya seng, perak, dan tembaga. Sumber mineral timbale yang utama adalah “Galena (PbS)” yang mengandung 86,6% Pb, “Cerussite (PbCO3)”, dan “Anglesite (PbSO4). Kandungan timbale dikerak bumi adalah 14 ppm, sedanngkan dilautan adalah:

  • Permukaan samudra atlantik     : 0,00003 ppm
  • Bagian dalam samudra atlantik : 0,000004 ppm
  • Permukaan Samudra pasifik      : 0,00001 ppm
  • Bagian dalam samudra pasifik   : 0,000001 ppm

Manfaat Timbal

  • Timbal digunakan dalam accu dimana accu ini banyak dipakai dalam bidang automotif.
  • Timbal dipakai sebagai agen pewarna dalam bidang pembuatan keramik terutama untuk warna kuning dan merah.
  • Timbal dipakai dalam industri plastic PVC untuk menutup kawat listrik.
  • Lembaran timbale dipakai sebagai bahan pelapis dinding dalam studio musik
  • Timbal dipakai untuk pelindung alat-alat kedokteran, laboratorium yang menggunakan radiasi misalnya sinar X.
  • Kaca timbale mengandung 12-28% Pb dimana dengan adanya Pb ini akan mengubah karakteristik optis dari kaca dan mereduksi transmisi radiasi.
  • Timbal dipakai dalam berbagai kabel listrik bertegangan tinggi untuk mencegah difusi air dalam kabel.
  • Timbal ditambahkan dalam peralatan yang terbuat dari kuningan agar tidak licin dan biasanya digunakan dalam peralatan permesinan.
  • Dalam bentuk senyawaan maka tetra-etil-lead dipakai sebagai anti-knock pada bahan bakar. (sumber: http://www.belajarkimia.com)

B. Mencit (Mus musculus)

Mencit (Mus musculus) adalah anggota Muridae (tikus-tikusan) yang berukuran kecil. Mencit mudah dijumpai di rumah-rumah dan dikenal sebagai hewan pengganggu karena kebiasaannya menggigiti mebel dan barang-barang kecil lainnya, serta bersarang di sudut-sudut lemari. Jumlahnya yang hidup liar di hutan barangkali lebih sedikit daripada yang tinggal di perkotaan.

Mencit juga merupakan mamalia terbanyak setelah manusia. Kelebihannya, pandai menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang sengaja dibuat oleh manusia. Mencit punya organ terlengkap sebagai mamalia. Mencit kadang-kadang disimpan sebagai hewan peliharaan dan mewah. Namun, sebagian besar tikus diperoleh dari peternak hewan laboratorium untuk digunakan dalam penelitian biomedis, pengujian, dan pendidikan.

Mencit jantan dan betina tidak mudah dibedakan. Mencit betina memiliki jarak yang kecil antara anus dan lubang kelamin. Ketika dewasa secara seksual, perbedaan yang paling mencolok dan jelas adalah adanya testis pada laki-laki. Selain itu ada organ sebesar kacang yaitu timus di dada. Mencit kawin pada usia 50 hari. Perkawinan biasa dilakukan jika hari sudah malam. Masa kehamilan mencit paling banyak selama 20 hari. Uniknya, ketika betina sudah melahirkan, dia tidak mau diganggu sampai 2 hari.

Mencit adalah binatang asli Asia, India, dan Eropa Barat. Anatomi dan fisiologi mencit adalah:

  • Dewasa berat badan: 25 – 40 g (betina); 20-40 g (pria)
  • Life span: 1.5 – 3 tahun
  • Pernapasan rate: 94-163 napas / menit
  • Denyut jantung: 325-780 denyut / menit
  • Dubur rata-rata suhu normal: 99,5 ° F
  • Rumus gigi adalah 2 (I 1 / 1, M 3 / 3) = 16. Terbuka di gigi seri-berakar dan tumbuh terus menerus. Tikus akan menggigit atau “sejumput” dengan gigi seri tajam jika mishandled.
  • Perut dibagi menjadi bagian nonglandular proksimal dan bagian distal kelenjar.
  • Paru-paru kiri terdiri dari satu lobus, sedangkan paru kanan terdiri dari empat lobus.
  • Tikus memiliki lima pasang kelenjar susu. Distribusi jaringan mammae menyebar, membentang dari garis tengah ventral atas panggul, dada, dan bagian leher.

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Objek, Populasi, dan Sampel Penelitian

1)      Objek Penelitian

– Tikus

2)   Populasi

–  Mencit (Mus musculus)

 Tikus rumah (Rattus rattus)

–  Tikus got (Rattus norvegicus)

–  Tikus sawah (Rattus argentiventer)

–  Wirok (Bandicota bengalensis)

3)  Sampel

B. Lokasi Penelitian

Laboratorium SMAK Santo Yusup Jalan Kebraon Gang I/6 Karangpilang Surabaya.

C. Waktu Penelitian

Semester Genap pada bulan Januari sampai bulan Maret

D. Variabel Penelitian

1)      Variabel bebas: Konsentrasi Timbal (Pb)

2)      Variabel terikat: Perubahan morfologi embrio mencit (Mus musculus)

3)      Variabel kontrol: Jenis mencit, suhu ruangan, ukuran mencit.

E. Unit Perlakuan

1)      Mencit betina A dengan mencit jantan A di kawinkan. Lalu selama masa 10 hari kehamilan, mencit diinjeksikan timbal dengan konsentrasi 5%. Sehari sebelum kelahiran mencit di bedah untuk diamati embrionya.

2)      Mencit betina B dengan mencit jantan B di kawinkan. Lalu selama masa 10 hari kehamilan, mencit diinjeksikan timbal dengan konsentrasi 10%. Sehari sebelum kelahiran mencit di bedah untuk diamati embrionya.

3)      Mencit betina C dengan mencit jantan C di kawinkan. Lalu selama masa 10 hari kehamilan, mencit diinjeksikan timbal dengan konsentrasi 15%. Sehari sebelum kelahiran mencit di bedah untuk diamati embrionya.

4)      Mencit betina D dengan mencit jantan D di kawinkan tidak diberi perlakuan dan digunakan sebagai kontrol.

F. Alat dan Bahan

  1. Bahan

1)   Mencit (Mus musculus) sebanyak 5 ekor jantan dan 12 ekor betina.

2)   Pelet dan air untuk konsumsi mencit.

3)   Larutan timbal pada konsentrasi 5%, 10%, dan 15%.

4)   Kloroform

  1. Alat

1)   Kandang tikus.

2)   Alat bedah (pinset, tangkai pisau bedah, gunting bedah, paku bedah bertangkai, dan jarum bertangkai)

3)   Alat suntik

4)   Papan bedah

5)   Lup

G. Langkah Kerja

  1. Konsentrasi perlakuan timbal pada percobaan ini adalah 5%, 10%, dan 15%. Untuk memperoleh masing-masing konsentrasi tersebut akan di buat larutan dengan menggunakkan rumus:
  2. Mempersiapkan mencit betina dan mencit jantan yang berumur 50 hari sehingga siap dikawinkan.
  3. Memasukkan ke kandang tersendiri mencit betina yang telah dikawinkan dan diberi konsumsi pelet 3 kali sehari dan air dalam jumlah yang sama.
  4. Menginjeksikan timbal dengan konsentrasi yang berbeda ke mencit betina yang sedang hamil. Injeksi dilakukan saat janin berumur 10 hari.
  5. Sehari sebelum embrio lahir (hari ke 19), mencit betina dibedah dan embrio diamati morfologinya, apakah mengalami kecacatan atau tidak.
  1. Mengamati dan mencatat data pengamatan selama penelitian dilangsungkan ke dalam tabel yang sudah disediakan.

 

DAFTAR PUSTAKA

WWW.WIKIPEDIA.ORG

WWW.PDPERSI.CO.ID

WWW.BELAJARKIMIA.COM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: