Klasifikasi Makhluk Hidup

Dengan meningkatnya peradaban manusaia, terutama pengetahuan tentang manfaat makhluk hidup sebagai obat dan bahan pangan, maka keperluan akan nama makhluk hidup semakin besar. Maka mulai diperlukan suatu penggolongan atau klasifikasi makhluk hidup berdasarkan pemikiran yang rasional. Ilmu yang mempelajari klasifikasi makhluk hidup disebut taksonomi.

Adapun tujuan klasifikasi adalah:

  1. mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup untuk membedakan tiap-tiap jenis, agar mudah dikenal
  2. menglompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-cirinya
  3. mengtahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup
  4. mempelajarievolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatannya

Klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada persamaan dan perbedaan ciri yang dimiliki makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh atau fungsi alat tubuhnya. Makhluk hidup yang memliliki ciri yang sama dikelompokkan dalam satu golongan. Contoh klasifikasi makhluk hidup adalah:

  • Berdasarkan ukuran tubuhnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi pohon, perdu, dan semak
  • Berdasarkan lingkungan tempat hidupnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi tumbuhan yang hidup di lingkungan kering (xerofit), tumbuhan yang hidup di lingkungan air (hidrofit), dan tumbuhan yang hidup di lingkungan lembab (higrofit).
  • Berdasarkan manfaatnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi tanaman obat-obatan, tanaman sandang, tanaman hias, tanaman pangan dan sebagainya
  • Berdasarkan jenis makanannya. Contoh: Hewan dikelompokkan menjadi hewan pemakan daging (karnivora), hewan pemakan tumbuhan (herbivora), dan hewan pemakan hewan serta tumbuhan (omnivora).

Klasifikasi ada tiga macam, yaitu

  1. klasifikasi sistem alami → Aristoteles → berdasarkan habitat, perilaku, ukuran, dan struktur
  2. klasifikasi sistem buatan → Carolus Linnaeus → berdasarkan sifat morfologi
  3. klasifikasi sistem filogenetik → Charles Darwin → berdasarkan ciri morfologi, anatomi, fisiologi, dan perilaku

Tahun 1977, Carl Woese, seorang ahli biologi molekuler Amerika, menyusun sistem klasifikasi enam kingdom,

yaitu:

  1. Plantae (tumbuhan), bersifat autotrof, eukariot multiseluler, dan bereproduksi dengan spora.
  2. Animalia (hewan), bersifat heterotrof dan eukariot multiseluler.
  3. Eubacteria (bakteri), ciri-cirinya adalah prokariot bersel satu.
  4. Archaebacteria (prokariot), anggota kingdom ini berbeda dengan bakteri dalam hal transkripsi dan tran slasi genetik dan kingdom ini lebih mirip eukariot.
  5. Protista (Eukariot bersel satu), ciri-cirinya tidak memiliki jaringan atau sel yang terdiferensiasi.
  6. Fungi, ciri-cirinya bersifat eukariot osmotrofik bersel satu atau banyak.

Dalam klasifikasi diperlukan metode penamaan (nomenklatur) untuk memberi nama suatu kelompok organisme tertentu. Pemberian nama itu disebut binomial nomenklatur yang dipopulerkan oleh carolus Linnaeus. Ketentuan penamaan tersebut adalah sebagi berikut:

  1. Nama spesies terdiri dari dua kata dalam bahasa Latin atau kata yang di latinkan. Nama yang dilatinkan misalnya Bambusa spinosa (bambu berduri), Carica papaya (pepaya), dan Oryza sativa (padi).
  2. Nama pertama menunjukkan nama genus, oleh sebab itu huruf pertama menggunakan huruf kapital. Misalnya: Bambusa, Carica, Oryza.
  3. Nama kedua merupakan nama spesifik atau penunjuk spesies yang huruf awalnya ditulis dengan huruf kecil. Misalnya: spinosa, papaya, sativa.
  4. Nama spesies dalam komputer dicetak miring atau dalam tulisan tangan di garis bawah terpisah. Tujuannya adalah agar nama-nama itu mudah terbaca di dalam teks.

About ebiolearning

Sarana belajar biologi online. Mencakup pelajaran kelas 1, 2, dan 3 SMA. Ada forum tanya jawab juga lho!

Posted on November 29, 2011, in Biologi SMA kelas 1. Bookmark the permalink. Comments Off on Klasifikasi Makhluk Hidup.

Comments are closed.

%d bloggers like this: