Category Archives: Biologi SMA kelas 1

Membuat Usulan Rancangan Penelitian atau Proposal Penelitian

  1. Tuliskan alasan mengapa kalian sangat berkehendak meneliti masalah itu.
  2. Tuliskan tujuan kalian mengadakan penelitian tersebut.
  3. Tuliskan rumusan masalah di bidang biologi yang akan diteliti.
  4. Tuliskan asumsi yang mendasari penelitian kalian.
  5. Tuliskan hipotesis yang mendukung permasalahan yang akan diteliti.
  6. Tuliskan tujuan kalian mengadakan penelitian tersebut.
  7. Tuliskan manfaat yang kalian harapkan dapat diperoleh dari hasil penelitian tersebut.
  8. Tulislah teori-teori yang relevan dengan hipotesis yang telah kalian buat.
  9. Tuliskan hal-hal yang berkaitan dengan penelitian kalian seperti objek, populasi, dan sampel penelitian. Lengkapi dengan keterangan waktu dan tempat pelaksanaan penelitian.
  10. Tuliskan variabel-variabel yang terlibat dalam penelitian tersebut yang terdiri dari variabel bebas, variabel terikat, dan variabel control.
  11. Buatlah unit perlakuan sebagai langkah dasar memperlakukan objek.
  12. Tuliskan rancangan langkah kerja dalam pengumpulan data.
  13. Jangan lupa untuk menuliskan daftar pustaka yang digunakan sebagai referensi dalam penelitian.

Contoh proposal penelitian dapat dilihat di http://wp.me/P1VKOj-X

 

 

Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati, yaitu berbagai macam bentuk dan sifat segala makhluk hidup maupun tak hidup di bumi. Menurut UU nomor 5 tahun 1994 keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman diantara makhluk hidup dan semua sumer termasuk diantaranya daratan, lautan, dan ekosistem akuatik lainnya serta kompleks ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragamannya, mencakup keanekaragaman tingkat gen, spesies, dan ekosistem. Namun, secara umu keanekaragaman hayati merupakan ungkapan pernyataan terdapatnya berbagai macam variasi bentuk, penampilan, jumlah dan sifat yang terlihat pada berbagai tingkat makhluk hidup yaitu tingkat genetik, spesies, dan ekosistem.

Keanekaragaman hayati memiliki 3 tingkat, antara lain:

1. Keanekaragaman tingkat gen.

Dapat ditunjukkan dengan adanya variasi di antara individu dalam 1 spesies yang sama.

Contoh:

1) Kelapa (Cocos nucifera) memiliki variasi dalam buah. Sehingga kelapa memiliki banyak macam  seperti kelapa hijau, kelapa ibrida, kelapa gading, kelapa kopyor, dll.

2) Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) memiliki variasi dalam warna mahkota bunga. Ada yang berwarna merah, kuning, pink, oranye, dll.

2. Keanekaragaman tingkat jenis/spesies.

Menunjukkan keanekaragaman bentuk pada kelas yang sama.

Contoh:

1) Burung (Aves): ayam, itik, bebek, angsa, dll.

2) Palmae: aren, palem, kelapa, lontar, dll.

3) Malvaceae: bunga sepatu, kapas, dll.

4) Curcubitaceae: timun, krai, blewah, pare, semangka, melon, labu, dll.

3. Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem

  • Ekosistem terdiri dari komponen biotik dan abiotik yang masing-masing mempunyai susunan yang berbeda.

    Ekosistem Laut

  • Keanekaragaman ekosistem terlihat pada proses makan-memakan, pendauran materi, dan produktivitasnya.
  • Akibat adanya keanekaragaman, timbul banyak tipe ekosistem yang berbeda yang terdiri atas kombinasi organisme dan unsur lingkungan yang khas. Contoh: Tumbuhan pada ekosistem air berukuran lebih kecil disbanding ekosistem darat; suhu di darat lebih bervariasi disbanding di air.
  • Contoh macam ekosistem: Ekosistem gunung, ekosistem pantai, ekosistem gurun, ekosistem padang rumput, ekosistem sampah, dll.

Daftar istilah:

  • Spesies/jenis adalah kelompok makhluk hidup yang mempunyai ciri-ciri yang sama dan dapat melakukan perkawinan serta menghasilkan keturunan yang fertile.

Contoh Jenis ayam: ada macam-macam bulu dan ada macam-macam ras, misalnya ayam kampung, bangkok, kate, dll.

  • Variasi:  keanekaragaman spesies dilihat dari fisik. Contoh: bulu ayam
  • Varietas:  keanekaragaman spesies dilihat dari sifat secara genetis. Contoh: padi

Klasifikasi Makhluk Hidup

Dengan meningkatnya peradaban manusaia, terutama pengetahuan tentang manfaat makhluk hidup sebagai obat dan bahan pangan, maka keperluan akan nama makhluk hidup semakin besar. Maka mulai diperlukan suatu penggolongan atau klasifikasi makhluk hidup berdasarkan pemikiran yang rasional. Ilmu yang mempelajari klasifikasi makhluk hidup disebut taksonomi.

Adapun tujuan klasifikasi adalah:

  1. mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup untuk membedakan tiap-tiap jenis, agar mudah dikenal
  2. menglompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-cirinya
  3. mengtahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup
  4. mempelajarievolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatannya

Klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada persamaan dan perbedaan ciri yang dimiliki makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh atau fungsi alat tubuhnya. Makhluk hidup yang memliliki ciri yang sama dikelompokkan dalam satu golongan. Contoh klasifikasi makhluk hidup adalah:

  • Berdasarkan ukuran tubuhnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi pohon, perdu, dan semak
  • Berdasarkan lingkungan tempat hidupnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi tumbuhan yang hidup di lingkungan kering (xerofit), tumbuhan yang hidup di lingkungan air (hidrofit), dan tumbuhan yang hidup di lingkungan lembab (higrofit).
  • Berdasarkan manfaatnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi tanaman obat-obatan, tanaman sandang, tanaman hias, tanaman pangan dan sebagainya
  • Berdasarkan jenis makanannya. Contoh: Hewan dikelompokkan menjadi hewan pemakan daging (karnivora), hewan pemakan tumbuhan (herbivora), dan hewan pemakan hewan serta tumbuhan (omnivora).

Klasifikasi ada tiga macam, yaitu

  1. klasifikasi sistem alami → Aristoteles → berdasarkan habitat, perilaku, ukuran, dan struktur
  2. klasifikasi sistem buatan → Carolus Linnaeus → berdasarkan sifat morfologi
  3. klasifikasi sistem filogenetik → Charles Darwin → berdasarkan ciri morfologi, anatomi, fisiologi, dan perilaku

Tahun 1977, Carl Woese, seorang ahli biologi molekuler Amerika, menyusun sistem klasifikasi enam kingdom,

yaitu:

  1. Plantae (tumbuhan), bersifat autotrof, eukariot multiseluler, dan bereproduksi dengan spora.
  2. Animalia (hewan), bersifat heterotrof dan eukariot multiseluler.
  3. Eubacteria (bakteri), ciri-cirinya adalah prokariot bersel satu.
  4. Archaebacteria (prokariot), anggota kingdom ini berbeda dengan bakteri dalam hal transkripsi dan tran slasi genetik dan kingdom ini lebih mirip eukariot.
  5. Protista (Eukariot bersel satu), ciri-cirinya tidak memiliki jaringan atau sel yang terdiferensiasi.
  6. Fungi, ciri-cirinya bersifat eukariot osmotrofik bersel satu atau banyak.

Dalam klasifikasi diperlukan metode penamaan (nomenklatur) untuk memberi nama suatu kelompok organisme tertentu. Pemberian nama itu disebut binomial nomenklatur yang dipopulerkan oleh carolus Linnaeus. Ketentuan penamaan tersebut adalah sebagi berikut:

  1. Nama spesies terdiri dari dua kata dalam bahasa Latin atau kata yang di latinkan. Nama yang dilatinkan misalnya Bambusa spinosa (bambu berduri), Carica papaya (pepaya), dan Oryza sativa (padi).
  2. Nama pertama menunjukkan nama genus, oleh sebab itu huruf pertama menggunakan huruf kapital. Misalnya: Bambusa, Carica, Oryza.
  3. Nama kedua merupakan nama spesifik atau penunjuk spesies yang huruf awalnya ditulis dengan huruf kecil. Misalnya: spinosa, papaya, sativa.
  4. Nama spesies dalam komputer dicetak miring atau dalam tulisan tangan di garis bawah terpisah. Tujuannya adalah agar nama-nama itu mudah terbaca di dalam teks.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.